gempa bumi, bencana atau adzab ?


Gempa bumi di Sumatera barat merupakan deretan bencana alam yang kesekian kalinya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di Indonesia. posisi Indonesia secara geografis sebagaimana dikatakan oleh para ahli geologi memang rawan akan terjadi gempa, akan tetapi kalau kita perhatikan hal semacam ini tidak terjadi dalam kurun waktu pendek dan terus beruntun seperti yang kita saksikan dan kita alami akhir - akhir ini. Disamping itu bencana yang terjadi bukan semuanya berupa gempa bumi karena terkait dengan posisi geografis seperti yang disebutkan diatas, akan tetapi juga bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, tabrakan kereta, jatuhnya pesawat terbang dan lain - lain masih banyak lagi.
Atas segala realitas ini saya jadi teringat pada sebuah hadits Rosulullah Muhammad SAW, bahwa diantara tanda - tanda dekatnya hari kiamat adalah banyaknya terjadi bencana alam. Apakah yang terjadi ini memang merupakan tanda - tanda dekatnya kiamat ? hanya Allah yang tahu. Akan tetapi semua ini harus menjadikan kita semakin waspada dan berhati - hati terhadap segala tingkah laku kita agar senantiasa ingat kepadaNya dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya dengan sebaik - baiknya. Hal ini biasa dikatakan dengan meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.
Makna meningkatkan taqwa kepada Allah bukan berarti kita terus menerus melakukan sholat, puasa, atau ibadah - ibadah mahzhah yang lain, akan tetapi bahwa setiap perbuatan kita adalah menjadi ibadah apabila perbuatan itu tidak melanggar aturan agama islam dan diniatkan semuanya karena Allah SWT. Jadi berdagang dengan jujur bisa menjadi ibadah, mendidik anak - anak menjadi ibadah, berjalan ke pasar menjadi ibadah, mengambil manfaat dari hutan dan memelihara kelestariannya juga menjadi ibadah dan memang kita diperintahkan untuk tidak merusak alam. Semua itu adalah ibadah selama dilandasi karena menjalankan perintah Allah SWT. Dari sini kita melihat bahwa akibat kita tidak melaksanakan kewajiban kita sebagai hamba Allah justru juga bisa menjadi penyebab turunnya berbagai bencana karena pada dasarnya kita diperintahkan untuk menjaga kelestarian alam akan tetapi sering kali kita justru hanya mengeruk keuntungan dari alam tanpa memperhatikan kelestariannya. Ini semua berarti bencana bukan semata terjadi karena kondisi geologis Indonesia akan tetapi bisa juga faktor kelalaian kita sebagai manusia untuk mematuhi segala perintah Allah dan manjauhi segala larangan Allah. Jika demikian halnya maka kita patut berintrospeksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan, kita yang saya maksud adalah bangsa Indonesia.
Diantara contoh paling gress terkait kebijakan negara yang saya sangat khawatir menjadi penyebab bencana adalah terpilihnya seorang yang sudah diketahui banyak orang tidak pernah hadir dalam berbagai sidang ketika masih menjadi anggota DPR, dan itu berarti dia tidak pernah menjalankan amanah rakyat yang telah memilihnya kecuali hanya untuk kepentingan dirinya, sekarang menjadi pemimpin tertinggi di MPR. Innalillaahi wa inna ilaihi raji'uun. mau jadi apa bangsa ini ??
Akan tetapi ini adalah kenyataan, yang bisa kita lakukan adalah berdoa semoga dengan terpilihnya menjadi pimpinan MPR, beliau semakin sadar bahwa pemimpin adalah amanah, yang akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada seluruh bangsa Indonesia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika tidak demikian, saya khawatir bencana tidak akan pergi dari bangsa ini karena memang bangsa ini tidak mau menjadikan bencana ini pelajaran agar semakin takut kepada Allah SWT. Ya Allah berikan hidayahMu kepada para pemimpin bangsa ini amin ,,,,,,,,,,,,


Leer completo...

alhamdulillah akhirnya blog ku jadi. semoga menjadi awal kesuksesan hidupku dunia akhirat. salaam !!. udkhuluuha bi salaamin aaminiin
Leer completo...