HADIAH SPESIAL BAGI PARA GURU

Pada suatu siang ustadzah Alfi bertanya kepada saya, "Ustadz sudah tahu kabar terbaru tentang Tony ?". "Belum, apa itu ?" jawab saya. "Ustadzah Utami ini lho ceritakan kepada ustadz Herma tentang penilaian mamanya Tony kepada putranya " kata Ust. Alfi kepada Ust. Utami yang kebetulan masuk ruangan kantor.
Selanjutnya Ustadzah Utami menceritakan "Iya ustadz. kemarin mamanya Tony bercerita tentang Tony kepada saya bahwa ketika di rumah selama liburan kemarin, Tony meminta mamanya agar menggunakan jilbab yang lebih besar agar lebih menutup aurat, demikian juga kepada adik perempuannya". "Hal itu membuat mamanya tony sangat terkesan dengan perubahan prilaku Tony setelah sekolah di SMP-IT AL USWAH. Beliau membandingkan dengan teman sebayanya di rumah yang justru pada masa yang sama sudah melihat situs - situs porno". selanjutnya beliau menanyakan apakah SMA AL USWAH juga ada ?, saya jawab insyaAllah Ya tahun depan " . Kalau begitu sudah Tony nanti SMAnya biar di Al Uswah juga sekalian, saya percaya apa kata Pak Herma saja" kata mamanya tony.
Hati saya bergetar mendengar cerita tersebut. Rasa syukur yang tiada tara kepada Allah SWT, Yang memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki. Saya merasakan pertolongan Allah kepada kita semua para asatidz - asatidzah di sekolah ini. Allah menunjukkan salah satu bagian dari berbagai pahala yang akan diberikan kepada para guru yang ikhlas yaitu terjadinya perubahan perilaku yang lebih baik dari salah satu anak didik kami dan menumbuhkan kepercayaan yang kuat kepada kami para pengajar di sekolah ini.  Kondisi gedung yang "kurang representatif" tidak menjadi penghalang bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi generasi harapan kita masa datang.

Tugas kita para guru tidaklah sekedar mengembangkan aspek kognitif peserta didik saja, tapi juga harus mampu mengembangkan perilaku positifnya (afektif) dan sejalan pula dengan pengembangan aspek psikomotoriknya. Sesungguhnya pengembangan aspek kognitif jauh lebih mudah daripada pengembangan aspek lainnya, paling tidak dilihat dari waktu yang dibutuhkan untuk mananamkan aspek - aspek tersebut. Akan tetapi selama ini kalau kita perhatikan, di Indonesia bahkan sampai sekarang masih menjadikan aspek kognitif menjadi tolok ukur utama keberhasilan sebuah lembaga pendidikan.Pendidikan usia SMP masih harus didominasi dengan penanaman perilaku positif karena masih bagian dari basic education, yaitu proses pendidikan yang menanamkan suatu perilaku (karakter) dasar yang harus dimiliki setiap orang dan sangat diperlukan untuk dapat hidup dengan siapapun dan pada masa kapanpun. Perilaku jujur, tanggung jawab, disiplin, bermanfaat bagi orang lain, percaya diri, mandiri, dapat bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan merupakan karakter - karakter dasar yang harus dimiliki setiap anak. Di Al Uswah seorang guru tidak hanya sebagai pengajar, namun kita adalah pendidik dengan tugas sebagaimana kurang lebih secara umum tertuang dalam tulisan di atas. Oleh  karenanya terjadinya perubahan perilaku yang lebih baik merupakan salah satu bukti keberhasilan dari sebuah proses pendidikan. Dalam hal ini saya katakan sebagai salah satu hadiah bagi seorang pendidik (guru). Dalam kaca mata Islam, mengajarkan kebaikan merupakan amal ibadah yang sangat besar pahalanya, bahkan tiada putusnya selama ilmu yang diberikan senantiasa diamalkan oleh peserta didik.Semoga seluruh amal ibadah (aktivitas mendidik) kita senantiasa dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah sehingga kita akan selalu mendapatkan pertolongannya, dimudahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dan insyaAllah kelak mereka akan menjadi generasi dambaan umat dengan segala prestasi yang dimiliki. Ya Allah, hanya KepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan

0 komentar: